Suami Tasya Kamila Sembuh Dari Kanker Stadium 2, Ini Kisahnya!

Setelah 6 bulan berjuang membasmi sel kanker yang menyebar dalam tubuhnya, Randi akhirnya dinyatakan sembuh total dari kanker stadium 2. Tentu saja itu membuat sang istri, Tasya Kamila, sangat bersyukur dan bahagia. Lalu seperti apa kisah Randi dari awal terkena kanker hingga akhirnya dinyatakan sembuh? Cek selengkapnya di bawah ini!

1. Awalnya Randi Alami Sesak Napas

Pada tahun 2019 silam, Randi Bachtiar sempat mengalami sesak napas di area dada. Bahkan dia mengaku sering terbangun di malam hari karena sesak napas. Dikutip dari kanal YouTube Tasya Kamila, Randi mengatakan, “Sebenarnya tidak ada gejala yang terlalu berat sih. Cuma pas 2019 pas gue mau latihan buat marathon, gue setiap malam selalu kebangun terus merasa sesak di dada.”

Sesak napas yang dialaminya terjadi berulang kali, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Namun saat itu, Randi dan Tasya tidak curiga kalau hal itu merupakan gejala awal kanker getah bening, karena tidak muncul benjolan di badan Randi. 

“Cuma kami enggak pernah ada curiga bahwa ini sesuatu yang berbahaya atau apa. Enggak ada sesuatu yang terlihat jelas, enggak ada tonjolan atau pun benjolan apa pun,” pungkas Tasya.

2. Sering Batuk Berdarah

Setelah mengalami sesak napas, ternyata di tahun 2020, muncul gejala lain yaitu batuk berkepanjangan hingga dahak darah. Randi Bachtiar mengalami gejala ini selama kurang lebih 3 minggu sehingga sempat mengira terkena Covid-19. Akhirnya Randi melakukan tes swab dan hasilnya negatif. 

“Itu batuk yang keras, yang harus keras banget baru kerasa enak,” ungkap Randi. Tasya Kamila menambahkan, “Batuknya hampir tiga minggu. Terus pernah keluar darah. Bukan muntah, cuma dahaknya keluar darah.”

3. Divonis Kanker Kelenjar Getah Bening Stadium 2

Karena khawatir dengan kondisinya, Randi Bachtiar memeriksakan dirinya ke dokter spesialis paru. Setelah dilakukan pengecekan pada hasil rontgen area paru-paru, ditemukan massapada rongga dada Randi. Setelah beberapa waktu pengecekan, dokter mendiagnosis Randi menderita timoma, tumor yang berkembang di kelenjar timus. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan operasi, ternyata Randi divonis menderita kanker limfoma-hodgkin atau kanker kelenjar getah bening stadium 2.

Dilansir dari beberapa sumber medis, kanker kelenjar getah bening merupakan jenis kanker yang menyerang sistem limfatik, salah satu bagian dari sistem imun di tubuh manusia. Ini membuat sel-sel di sistem limfatik tumbuh secara abnormal dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Penderita kanker dinyatakan stadium 2 jika sel-sel limfoma ada di sekurangnya dua kelenjar getah bening, tapi keduanya ada di satu sisi diafragma. 

4. Jalani Operasi hingga Kemoterapi

Setelah divonis menderita kanker kelenjar getah bening stadium 2, Randi melakukan beberapa pengobatan mulai dari operasi, kemoterapi, hingga radiologi. Awalnya, Randi menjalankan operasi pengangkatan sel kanker di thorax pada bulan Januari 2021. Sebulan kemudian, pria lulusan Harvard University itu melakukan kemoterapi sebanyak kurang lebih 4 kali. 

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan hasil kemoterapi sudah memuaskan. Sehingga mereka memutuskan untuk menghentikan kemoterapi dan melakukan radioterapi sebanyak kurang lebih 25 kali. Radioterapi merupakan terapi radiasi untuk membunuh sel-sel kanker dan menghentikan penyebarannya. 

Selain itu, terapi radiasi juga dapat mencegah kambuhnya penyakit kanker. Biasanya, pasien akan dipaparkan sinar X, kemudian ditanam implan dalam tubuhnya, lalu mendapatkan terapi obat melalui oral atau suntik. Meskipun terapi radiasi ini dapat merusak sel-sel yang sehat, akan tetapi hal itu tidak permanen dan dapat diminimalisir dengan hanya meradiasi area tubuh yang terserang kanker saja.

5. Alami Efek Samping Pengobatan

Setelah menjalani kemoterapi dan radioterapi, Randi mengalami sejumlah efek samping yang terbilang ringan. Hal itu diungkapkan Tasya Kamila melalui kanal YouTube nya sendiri. Dia mengatakan kalau setelah kemoterapi, Randi mendapati efek samping minor seperti rambut rontok sedikit, cegukan, sel darah putih dan limfosit rendah, sariawan, serta kuku yang menghitam. 

Sedangkan pihak Tasya dan Randi tidak menyebutkan efek samping radioterapi. Namun pada umumnya, efeknya mirip-mirip seperti kemoterapi yaitu kulit gatal, rambut rontok, diare, pembengkakan di tungkai, mudah lelah, nyeri pada area yang diterapi, hingga sariawan.

6. Seluruh Keluarga Dukung Kesembuhan Randi

Setelah mengetahui fakta kalau Randi Bachtiar menderita kanker kelenjar getah bening stadium 2, dia menjadi drop dan sedih. Dilansir dari Instagramnya, dia menuliskan, “Awalnya kaget banget, kenapa gue, apa salah gue. Ketika dikasih tahu dokter treatment-nya, gue drop banget.”

Tapi Tasya Kamila dan keluarga besar terus mendukung kesembuhan Randi. Hal itu terungkap dari postingan Randi di Instagram yang mengatakan kalau istrinya, Tasya Kamila, selalu ada di sampingnya untuk memberi semangat dan seluruh kebutuhannya. Orangtua dan keluarga mertua juga selalu mendukung dengan memberikan asupan makanan yang bernutrisi dan memberi semangat untuk kesembuhan Randi.

7. Dinyatakan Sembuh dari Kanker

Pada tanggal 23 Juli 2021 silam, Tasya Kamila dan Randi Bachtiar memberikan kabar bahagia kalau Randi telah sembuh dari kanker setelah menjalani pengobatan yang panjang selama 6 bulan sejak awal 2021 lalu. Para dokter juga menyatakan kalau dia telah sembuh dan terbebas dari sel kanker aktif. Otomatis seluruh keluarga besar dan para netizen sangat bersyukur Randi bisa sembuh total. 

Akan tetapi Tasya harus menjaga Randi agar tidak terkena virus lain karena imunitas tubuhnya masih rendah akibat treatment pembasmian sel kanker. Tasya mengatakan kalau dia akan terus berjuang memberikan asupan nutrisi yang dianjurkan dokter untuk menaikkan imunitas Randi lagi seperti daging, sayuran, serta makanan yang mengandung vitamin dan protein. Randi juga harus menghindari makanan cepat saji dan penyedap rasa kimiawi.

Tasya mengungkapkan, “Alhamdulillah Randi sudah bebas dari kanker. Tentunya ini sesuatu yang sangat kita syukuri dari kegalauan dan kesedihan kita selama ini. Yang jelas imun Randi turun banget limfositnya, leukosit nya rendah banget, di ambang batas bawah. Itu yang bikin Randi rentan terinfeksi virus, nggak cuma COVID aja.”

Advertisements